Selasa, 10 Oktober 2017

INDIGO

            Pada suatu hari disebuah desa bernama desa Mekar Jaya hiduplah seorang anak perempuan bernama Ranti. Ia lahir dari keluarga sederhana yang orang tuanya bekerja sebagai petani cabai di ladang milik tetangganya bernama Bapa Harun. Ranti merupakan anak ke dua dari tiga bersaudara, kakak Ranti bernama Rama dan adiknya bernama Rona. Masing-masing beda empat tahun dari selisih umurnya.
            Setiap pagi Ranti pergi ke sekolah bersama sahabatnya Dini yang walaupun beda satu tahun dari lebih muda dari Ranti tapi Dini tidak pernah ingin jauh dari Ranti, saking derkatnya dimanapun Ranti berada selalu ada Dini. Bahkan saat libur tiba Dini selalu mengajak Ranti untuk selalu berlibur bersama, melakukan segala hal secara bersama-sama sampai sikap dan perilaku masing-masing saling memahami.
            Waktu menunjukkan pukul 15.00 siang, Ranti dan Dini bermain boneka didepan rumah.  Tiba-tiba Doni dan teman yang lainnya mengajak Ranti dan Dini untuk bermain di kebun cokelat milik Bapa Dudung dan merekapun pergi bersama. Doni memanjat  pohon cokelat dan memekannya secara bersama-sama tanpa meminta izin terlebih dulu kepada Pa Dudung, saat Ranti sedang enak makan buah cokelat tiba-tiba Ranti melihat ada sesosok wanita berbaju putih tanpa kaki dengan berwajah pucat dan berambut hitam panjang gimbal duduk berayun diatas pohon cokelat sambil memandangi Ranti dengan dingin. Dengan kepolosannya Ranti juga memandangi wanita tersebut tanpa berkata apapun kepada teman-temannya, karena Ranti berpikir jika wanita yang ia lihat adalah manusia yang mungkin mau mengambil buah cokelat dan Rantipun mengabaikannya.
            Sepuluh tahun kemudian Ranti kecil yang polos tumbuh menjadi gadis remaja yang cantik dan baik hati terhadap sesama. Ketika Ranti sedang mengerjakan tugas sendirian diruang depan tiba-tiba Ranti melihat langkah kaki besar beberapa kali melewati rumahnya, saat Ranti keluar terlihatlah bentuk seorang laki-laki menyeramkan bertubuh raksasa sedang berjalan menjauhi rumahnya. Ranti kaget dan berlari masuk ke dalam rumah, Ranti yang pendiam tidak menceritakan kepada siapapun tentang apa yang ia lihat karena Ranti berpikir jika apa yang ia lihat merupakan halusinasinya saja dan Rantipun mengabaikannya.
            Disekolah saat Ranti ke kamar mandi ingin buang air kecil, Ranti melihat sesosok wanita yang penampilannya sama seperti waktu Ranti masih kecil hanya saja wajahnya yang berbeda. Wanita pucat yang bergelantung diatap menatap Ranti dengan dingin, Ranti hanya melihatnya dan setelah selesai langsung bergegas masuk ke kelas. Saat bel berbunyi Ranti pulang dan menceritakan kepada ibunya tentang apa yang ia lihat di sekolah karena Ranti penasaran ada atau tidak makhluk seperti itu didunia ini, tapi yang dikatakan ibu Ranti lantas membuat Ranti mengambaikan apapun yang ia lihat karena ibu Ranti mengatakan bahwa tidak ada makhluk lain didunia ini selain manusia dan Rantipun mengabaikannya lagi.
            Dilain waktu saat di sekolah tepat jam istirahat Ranti dan teman-temannya pergi ke kantin, tiba-tiba ada sesosok wanita lagi yang memandanginya dengan muka yang sangat sedih dan Ranti mengabaikannya. Saat bel berbunyi semua siswa pulang tapi Ranti masih didalam kelas membersihkan kelas sendirian karena terman piket yang lainnya sedang sakit dan ada keperluan keluarg jadi Ranti membersihkan kelas sendirian. Saat sedang membersihkan kelas tiba-tiba sosok wanita yang dikantin menhampiri Ranti dengan berbisik meminta tolong dan wanita itu menghilang seketika dan kaget mendengar perkataan wanita itu, lagi-lagi Ranti mengabaikannya dan bergegas pulang ke rumah. Namun sesampainya dirumh Ranti tiba-tiba menangis dan menjerit, ibu dan anggota keluarga langsung menghampiri Ranti dikamar karena teriakan Ranti yang mengagetkan semuanya. Tangisan dan jeritan Ranti tidak ada yang mampu merendamnya hingga semua keluarga kewalahan menghadapimya, khirnya ibu Ranti memanggil ahli agama ke rumahnya. Beberapa jam kemudian Ranti berhenti menangis dan ahli agama mengatakan bahwa Ranti seorang indigo yang dimana anak indigo memiliki kemampuan lebih dapat melihat makhluk yang kasat mata dan saat ini ada sosok wanita yang meminta bantuan Ranti untuk menyempurnakannya hingga bisa pergi ke alamnya dengan tenang. Namun keluarga Ranti tidak percaya dengan perkataan ahli agama jika anaknya disebut sebagai anak indigo yang aneh, keluarga Ranti malah membawa Ranti ke psikolog untuk mengembalikan perilakunya.
            Dua tahun kemudian Ranti melanjutkan studinya ke sebuah universitas swasta dengan mengambil jurusan sastra, ia berharap dapat mewujudkan mimpinya menjadi seorang penulis terkenal seperti Darwis Tere Liye yang menjadi inspirasi Ranti menjadi penulis. Ditengah kesibukannya menjadi mahasiswi Ranti selalu merinding dan selalu merasa ada yang mengikuti kemanapun langkahnya pergi, Ranti hanya mengira itu perasaannya saja. Saat Ranti pulang ke rumah kak Rama kakaknya Ranti mengajak untuk mengaji disebuah desa yang letaknya tidak jauh dari rumahnya. Disana Ranti diperkenalkan dengan seorang ahli agama bernama ibu Laksmi, ia pengajar ngaji yang handal sudah berapa kali ia hatam al qur’an. Kak Rama menceritakan apa yang dialami oleh adiknya selamanya ini kepada bu Laksmi karena keluarga merasa aneh atas perilakunya selama ini, bu Laksmi menatap Ranti dan ia berkata jika Ranti telah diberi kepercayaan oleh Tuhan mampu melihat makhluk-makhluk yang tak kasat mata tidak bisa dilihat oleh orang biasa dan meyakinkan bahwa hal itu benar adanya. Ranti kaget mendengar perkataan bu Laksmi karena tidak pernah menyadari hal itu, bahkan tidak percaya bahwa dirinya memiliki kemampuan itu.
            Menjelang sore pukul 14.00 siang Ranti bersama kak Rama dan juga bu Laksmi mengunjungi sebuah makam keramat yang letaknya jauh diatas gunung, makam itu merupakan makam seorang raja pertama yang mendirikan kerajaan ditanah pasundan. Ranti melihatnya dan bahkan berkomunikasi dengan arwah tersebut, parasnya yang tampan tutur katanya juga sopan. Ranti semakin percaya dan yakin jika dirinya mampu melihat makhluk lain yang tak kasat mata, yang sekarang disebut indigo.
            Dalam kesehariannya Ranti kini semakin mendalami ilmu agama dengan selalu mengaji dan tidak pernah telat melaksanakan sholat lima waktu, penghilatan Ranti semakin tajam dengan melakukan hal itu. Di lain waktu saat malam jumat tiba Ranti didatangi sepuluh arwah dirumahnya, mereka dulu hidup di kerajaan pajajaran yang salah satunya merupakan Ratu pantai selatan. Rupa mereka tampan dan cantik seperti jejaka dan gadis, berpenampilan Raja dan Ratu seperti di film-film. Ranti semakin percaya dengan keberadaan makhluk itu, walaupun mereka selalu datang dan pulang tiba-tiba dengan sesekali membuat Ranti kaget dan takut namun hal itu membuat Ranti semakin terbiasa. Percaya atau tidak makhluk lain itu memang ada walaupun mereka berbeda alam, Ranti menghargai keberadaan mereka dan masih berteman baik dengan mereka hingga sekarang.

Sekian sepenggal kisah yang saya tuangkan dalam cerita ini, percaya atau tidak tergantung pembaca yang jelas ini hanya sebuah cerpen hehe.. semoga pembaca suka yah, mohon maaf masih banyak kata-kata yang rancu karena manusia tempatnya banyak salah. Wassalam. tinggalin komentar dikolom komentar yah gengs ^.^

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 HUJAN         Qinant namanya anak pertama dari dua bersaudara yang kini berumur 20 tahun sedang duduk dibangku kuliah jurusan psikolog...