INDIGO
Pada
suatu hari disebuah desa bernama desa Mekar Jaya hiduplah seorang anak
perempuan bernama Ranti. Ia lahir dari keluarga sederhana yang orang tuanya
bekerja sebagai petani cabai di ladang milik tetangganya bernama Bapa Harun.
Ranti merupakan anak ke dua dari tiga bersaudara, kakak Ranti bernama Rama dan
adiknya bernama Rona. Masing-masing beda empat tahun dari selisih umurnya.
Setiap
pagi Ranti pergi ke sekolah bersama sahabatnya Dini yang walaupun beda satu
tahun dari lebih muda dari Ranti tapi Dini tidak pernah ingin jauh dari Ranti,
saking derkatnya dimanapun Ranti berada selalu ada Dini. Bahkan saat libur tiba
Dini selalu mengajak Ranti untuk selalu berlibur bersama, melakukan segala hal
secara bersama-sama sampai sikap dan perilaku masing-masing saling memahami.
Waktu
menunjukkan pukul 15.00 siang, Ranti dan Dini bermain boneka didepan rumah. Tiba-tiba Doni dan teman yang lainnya mengajak
Ranti dan Dini untuk bermain di kebun cokelat milik Bapa Dudung dan merekapun
pergi bersama. Doni memanjat pohon
cokelat dan memekannya secara bersama-sama tanpa meminta izin terlebih dulu
kepada Pa Dudung, saat Ranti sedang enak makan buah cokelat tiba-tiba Ranti
melihat ada sesosok wanita berbaju putih tanpa kaki dengan berwajah pucat dan
berambut hitam panjang gimbal duduk berayun diatas pohon cokelat sambil
memandangi Ranti dengan dingin. Dengan kepolosannya Ranti juga memandangi
wanita tersebut tanpa berkata apapun kepada teman-temannya, karena Ranti
berpikir jika wanita yang ia lihat adalah manusia yang mungkin mau mengambil
buah cokelat dan Rantipun mengabaikannya.
Sepuluh
tahun kemudian Ranti kecil yang polos tumbuh menjadi gadis remaja yang cantik
dan baik hati terhadap sesama. Ketika Ranti sedang mengerjakan tugas sendirian
diruang depan tiba-tiba Ranti melihat langkah kaki besar beberapa kali melewati
rumahnya, saat Ranti keluar terlihatlah bentuk seorang laki-laki menyeramkan
bertubuh raksasa sedang berjalan menjauhi rumahnya. Ranti kaget dan berlari
masuk ke dalam rumah, Ranti yang pendiam tidak menceritakan kepada siapapun
tentang apa yang ia lihat karena Ranti berpikir jika apa yang ia lihat
merupakan halusinasinya saja dan Rantipun mengabaikannya.
Disekolah
saat Ranti ke kamar mandi ingin buang air kecil, Ranti melihat sesosok wanita
yang penampilannya sama seperti waktu Ranti masih kecil hanya saja wajahnya
yang berbeda. Wanita pucat yang bergelantung diatap menatap Ranti dengan
dingin, Ranti hanya melihatnya dan setelah selesai langsung bergegas masuk ke
kelas. Saat bel berbunyi Ranti pulang dan menceritakan kepada ibunya tentang
apa yang ia lihat di sekolah karena Ranti penasaran ada atau tidak makhluk
seperti itu didunia ini, tapi yang dikatakan ibu Ranti lantas membuat Ranti
mengambaikan apapun yang ia lihat karena ibu Ranti mengatakan bahwa tidak ada
makhluk lain didunia ini selain manusia dan Rantipun mengabaikannya lagi.
Dilain
waktu saat di sekolah tepat jam istirahat Ranti dan teman-temannya pergi ke
kantin, tiba-tiba ada sesosok wanita lagi yang memandanginya dengan muka yang
sangat sedih dan Ranti mengabaikannya. Saat bel berbunyi semua siswa pulang
tapi Ranti masih didalam kelas membersihkan kelas sendirian karena terman piket
yang lainnya sedang sakit dan ada keperluan keluarg jadi Ranti membersihkan
kelas sendirian. Saat sedang membersihkan kelas tiba-tiba sosok wanita yang
dikantin menhampiri Ranti dengan berbisik meminta tolong dan wanita itu
menghilang seketika dan kaget mendengar perkataan wanita itu, lagi-lagi Ranti
mengabaikannya dan bergegas pulang ke rumah. Namun sesampainya dirumh Ranti
tiba-tiba menangis dan menjerit, ibu dan anggota keluarga langsung menghampiri
Ranti dikamar karena teriakan Ranti yang mengagetkan semuanya. Tangisan dan
jeritan Ranti tidak ada yang mampu merendamnya hingga semua keluarga kewalahan
menghadapimya, khirnya ibu Ranti memanggil ahli agama ke rumahnya. Beberapa jam
kemudian Ranti berhenti menangis dan ahli agama mengatakan bahwa Ranti seorang
indigo yang dimana anak indigo memiliki kemampuan lebih dapat melihat makhluk
yang kasat mata dan saat ini ada sosok wanita yang meminta bantuan Ranti untuk
menyempurnakannya hingga bisa pergi ke alamnya dengan tenang. Namun keluarga
Ranti tidak percaya dengan perkataan ahli agama jika anaknya disebut sebagai
anak indigo yang aneh, keluarga Ranti malah membawa Ranti ke psikolog untuk
mengembalikan perilakunya.
Dua tahun kemudian Ranti melanjutkan studinya ke sebuah
universitas swasta dengan mengambil jurusan sastra, ia berharap dapat
mewujudkan mimpinya menjadi seorang penulis terkenal seperti Darwis Tere Liye
yang menjadi inspirasi Ranti menjadi penulis. Ditengah kesibukannya menjadi
mahasiswi Ranti selalu merinding dan selalu merasa ada yang mengikuti kemanapun
langkahnya pergi, Ranti hanya mengira itu perasaannya saja. Saat Ranti pulang
ke rumah kak Rama kakaknya Ranti mengajak untuk mengaji disebuah desa yang
letaknya tidak jauh dari rumahnya. Disana Ranti diperkenalkan dengan seorang
ahli agama bernama ibu Laksmi, ia pengajar ngaji yang handal sudah berapa kali
ia hatam al qur’an. Kak Rama menceritakan apa yang dialami oleh adiknya
selamanya ini kepada bu Laksmi karena keluarga merasa aneh atas perilakunya
selama ini, bu Laksmi menatap Ranti dan ia berkata jika Ranti telah diberi
kepercayaan oleh Tuhan mampu melihat makhluk-makhluk yang tak kasat mata tidak
bisa dilihat oleh orang biasa dan meyakinkan bahwa hal itu benar adanya. Ranti kaget
mendengar perkataan bu Laksmi karena tidak pernah menyadari hal itu, bahkan
tidak percaya bahwa dirinya memiliki kemampuan itu.
Menjelang sore pukul 14.00 siang Ranti bersama kak Rama
dan juga bu Laksmi mengunjungi sebuah makam keramat yang letaknya jauh diatas
gunung, makam itu merupakan makam seorang raja pertama yang mendirikan kerajaan
ditanah pasundan. Ranti melihatnya dan bahkan berkomunikasi dengan arwah
tersebut, parasnya yang tampan tutur katanya juga sopan. Ranti semakin percaya
dan yakin jika dirinya mampu melihat makhluk lain yang tak kasat mata, yang
sekarang disebut indigo.
Dalam kesehariannya Ranti kini semakin mendalami ilmu agama
dengan selalu mengaji dan tidak pernah telat melaksanakan sholat lima waktu,
penghilatan Ranti semakin tajam dengan melakukan hal itu. Di lain waktu saat
malam jumat tiba Ranti didatangi sepuluh arwah dirumahnya, mereka dulu hidup di
kerajaan pajajaran yang salah satunya merupakan Ratu pantai selatan. Rupa mereka
tampan dan cantik seperti jejaka dan gadis, berpenampilan Raja dan Ratu seperti
di film-film. Ranti semakin percaya dengan keberadaan makhluk itu, walaupun
mereka selalu datang dan pulang tiba-tiba dengan sesekali membuat Ranti kaget
dan takut namun hal itu membuat Ranti semakin terbiasa. Percaya atau tidak
makhluk lain itu memang ada walaupun mereka berbeda alam, Ranti menghargai
keberadaan mereka dan masih berteman baik dengan mereka hingga sekarang.
Sekian sepenggal kisah
yang saya tuangkan dalam cerita ini, percaya atau tidak tergantung pembaca yang
jelas ini hanya sebuah cerpen hehe.. semoga pembaca suka yah, mohon maaf masih
banyak kata-kata yang rancu karena manusia tempatnya banyak salah. Wassalam. tinggalin komentar dikolom komentar yah gengs ^.^
Tidak ada komentar:
Posting Komentar